Saturday, September 19, 2015

Terbayar Lunas!

Selamat Malam!^^

Hari ini akhirnya saya bisa tidur dengan perasaan yang jauhhhh lebih baik~ kemarin-kemarin saya sempat stress dengan banyak hal, salah satunya pekerjaan kantor. Saya juga menuliskan keluh-kesah di blog Summer, hanya sehari sih, abis itu postingannya saya revert to draft. Biasa emosi sesaat. Hahahaha..

Saya sempat stress dan tertekan ketika mengurus pameran kantor di tahun ini, karna segalanya serba dadakan, semuanya baru di approve ketika sudah mendekati hari H, belum lagi pekerjaan-pekerjaan lain yang gak bisa ditinggali. 

Mendekati hari H, saya semakin panik, tidur juga jadi gak nyenyak. Hmm, mungkin terlihat lebay ya. Gakpapa, toh kamu semua gak ngerasain ketika di posisi saya.^^ 

Sehari sebelum pameran pun, saya ikut bantu loading barang, pasang ini-itu, bersih-bersih booth biar besok layak untuk dikunjungi. 5 hari yang menguras tenaga. Semalam, ketika mau tidur saya baru ngeh kalau paha saya banyak biru-biru memar seperti kepentok. Iya, saya kalau kecapean banget pasti muncul biru-biru~

Saya sebenarnya gak gitu berekspektasi tinggi, yang penting booth kantor rame pengunjung dan yang datang pun tertarik dengan produk-produk dari brand yang kita punya. Tapi, surprisingly kita malah dapet banyak orderan! Malah ada barang-barang yang langsung sold! Happy? Bangeeeet~ 

Terus juga, hasil dari orderan visitor itu mampu menutupi biaya pameran kita! Uwaaa~ segala keletihan terbayarkan. Lunas! :D

Saya pun salut dengan team yang kompak, kita semua saling support dan  back up. Disela-sela kesibukan menghadapi visitor, kita masih bisa bercanda-canda, tawa-tawa memenuhi 5 hari ini. Saya happy!^^

Salah satu beban sudah terangkat! Saya bisa fokus mengerjakan hal-hal lain. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan~ 

Seminggu ini, saya malah skip menulis kisah antara Rei dan Davi. Besok udah harus lanjut nih. Oh ya, bagi yang belum tau, saya sedang menulis kisah baru. Mudah-mudahan sih pertengahan okt bisa publish di wattpad. Hm, gak janji deh! Hahahahaha.. atau akhir okt aja kali ya~ soalnya bulan okt, saya akan disibukkan dengan pernikahan anaknya direktur saya. Nikahnya di pulau favorit saya. Wah! Saya gak sabar menanti hari itu.^^ 

Selagi menunggu kisah mereka, yuk baca kisah Alex dan Dee di wattpad : Seven Stars in the Sky. ^^

Oh ya, jumat depan saya akan berkunjung ke suatu komunitas gereja. Udah dari minggu lalu sih saya chatting dengan leadernya. Karna kita sekampung halaman, jadi cepat akrab. Gak nyangka juga bisa join di komunitas itu. Padahal 2 minggu yang lalu, hal ini hanya sekedar obrolan saya dengan teman. Tuhan saya baik ya. :)

Dan satu lagi, saya harus sesegera mungkin menuntasnya cerita jalan-jalan saya ke Europe! Astagah! Saya gak update blog summer hampir 3 bulan! Belum pernah saya meninggalkan blog selama itu~ draftnya sih udah jadi, cuma niat pilih-pilih foto untuk di share di blognya itu lho...masih males! hiks. Semoga minggu depan saya bisa update blog summer.

Dan ada banyak hal lain yang ingin saya lakukan~ semoga bisa terpenuhi dalam waktu dekat.^^

Love,
Ay. 


Tuesday, August 18, 2015

Terima Kasih

Pada setiap mata yang melihat..
Pada setiap hati yang merasa..
Pada setiap telinga yang mendengar..

Untuk sepasangan tangan yang menggenggam..
untuk pelukan-pelukan menguatkan..

Terima kasih... :)

Monday, August 17, 2015

Tidak Ingin Menyerah

Belakangan ini banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. 25 tahun menjadi titik di mana banyak hal berubah dan semakin kompleks. Gak hanya sekedar galau cinta-cintaan, tapi ada hal yang jauh melebihi itu.

Lo tuh maunya apa sih?

Damai dan bahagia. Sederhana tapi untuk membuatnya perlu effort yang besar. Kalau ketika kecil, dibeliin es krim favorit aja udah bahagia, saat lebih besar, bahagia pun bentuknya sudah berbeda. Tidak sesederhana itu. Kenapa? Karna saya. Kita. Sudah mengalami begitu banyak hal di dalam hidup. Menjadikan bahagia ada pilihan banyak orang termasuk saya.

Banyak hal yang terjadi di dalam hidup saya. Suka dan duka. Saya lebih memilih menceritakan yang baik-baiknya saja. Untuk dukanya sendiri hanya saya bagi ke sedikit orang, itu pun hanya sebagian. Saya tidak ingin orang lain pusing dengan masalah saya dan karna tiap orang memiliki permasalahan. Hanya membagi suka adalah cara saya untuk berani menjadi pribadi yang kuat. Tidak lemah.

Selama saya hidup, tidak jarang saya terpuruk, bahkan di 7 tahun terakhir ini saya benar-benar berjuang. Ada saat-saat di mana saya kecewa dengan Tuhan saya. Ada saat-saat saya meminta kepadanya untuk jangan mempercayakan saya atas begitu banyaknya masalah. Saya hanya manusia. Saya punya kelemahan dan batas. 

Tapi, Tuhan mengetuk saya, Dia membuat saya tetap mempercayainya dan meyakinkan saya bahwa Rancangan-Nya bukanlah musibah melainkan damai sejahtera dan percayalah disetiap permasalahan akan ada hal baik setelahnya. 

Ada proses untuk saya kembali yakin, kembali percaya bahwa Tuhan saya sayang sama saya, di setiap proses itu lah saya benar-benar diuji. Tidak hanya satu kali, tapi sudah tak terhitung berapa kali saya terjatuh selama 7 tahun ini. 

Kali ini pun saya mendapatkan masalah yang besar sampai-sampai saya mau meledak saking tidak kuatnya. Ketika mendapatkannya, lagi-lagi saya marah, saya bilang sama Tuhan saya, kenapa dia tega memberikan saya permasalahan seberat ini, saya tidak mau jadi kuat, saya lelah, saya capek. Kenapa orang lain gak punya masalah seperti saya? Saya selalu berusaha menjadi orang yang baik, tetapi kenapa masih aja dilimpahkan dengan banyak persoalan? Saya kecewa.

Di saat kekecewaan itu memuncak, terlintas satu nama. Fa. Seorang perempuan yang pernah mengalami masalah berat, pernah merasakan jatuh yang teramat sakit, pernah berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. 

Entah bagaimana, saya menuliskan semuanya padanya, ada bagian dari diri saya yang ingin membagi dan menceritakan hidup saya selama 7 tahun ini dan orang itu adalah dia. Fa.

Bagian lain dari diri saya sebenarnya heran, kenapa saya memilihnya untuk menceritakan hal-hal yang bahkan sahabat dan teman baik saya pun tidak tau sampai sekarang. Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi saya sudah mengikuti jejaknya sejak tahun 2013. Saya selalu merasa lebih baik ketika membaca tulisannya.

Saat itu, saya tak meminta banyak, saya hanya minta dia untuk membaca uneg-uneg saya. Tanpa di sangka, esok harinya saya mendapat email balasan dari dia. Saya mendapat penguatan.

"Don't ever think that you are alone facing so many problems. You know you are a good girl, so stay as you are. God's the best planner in the world. Put your trust in Him, okay.
Maybe if oneday you are ready, you can tell everything you ever felt.
Anggaplah semua yang pernah terjadi adalah hadiah dari Tuhan karena kita spesial. Nggak banyak orang yang diberi kesempatan merasakan begitu banyak masalah, saya pun pernah berpikir kenapa masalah di hidup saya tidak kunjung selesai. Tapi kalau saya ingin mereka selesai, berarti saya ingin mati :)" - Fa.
Seketika perasaan saya menghangat. Saya tersenyum membacanya. Tuhan telah mengetuk hati saya melalui kalimat panjang dari Fa. Perasaan saya menjadi jauh lebih bagi. Saya tidak boleh lemah karna Tuhan saya selalu bersama saya. 

Namun, lagi-lagi saya kembali terpuruk. Kali ini jaraknya hanya sehari setelah saya mendapat email dari Fa. Saya kembali menerima masalah sampai-sampai saya gak tau lagi gimana menyelesaikannya dan di mana jalan keluarnya. 

Satu minggu yang berantakan. Saya mengakuinya. Saya yang biasanya selalu bisa memasang wajah baik-baik saja, kali ini tidak bisa. Saya menjadi sedikit berbicara, tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, saya hanya terfokus untuk mencari-cari solusi atas permasalahan itu. 

Dan sampai saat ini pun permasalahan itu tak kunjung selesai. Ada banyak hati terluka karenanya, ada kemarahan-kemarahan tak terbendung, ada kepanikan dan kekhawatiran yang semakin menggunung. Saya salah satu yang ikut merasakan itu semua. 

Seberapa pun permasalahan itu, saya kembali push diri saya, kelewat maksa untuk berani terlihat baik-baik saja. Tapi, saya tak punya pilihan lagi. Saya tak ingin merengek-rengek dan membuat saya semakin lemah. Saya hanya punya pilihan untuk tetap melalui hari-hari saya dengan baik, saya harus tetap bersosialisasi, saya harus bisa tersenyum, memeluk dan berterimakasih pada hati saya untuk kelapangannya. 

Untuk setiap torehan yang saya terima. Untuk luka yang berkali-kali terbuka. Untuk air mata yang pernah menetes. Untuk  kejatuhan-kejatuhan yang membuat hati saya koyak dan tak bisa kembali seperti semula. Saya tidak ingin menyerah. 

Saya mau untuk terus berjuang. Entah sampai kapan, saya tidak tau. 7 tahun bukan waktu yang singkat, jika saya bisa melalui 7 tahun itu, untuk tahun-tahun kedepannya pun saya pasti bisa menghadapinya. Saya tidak ingin menyerah karna Tuhan selalu bersama saya.

Ay. 

Tuesday, July 21, 2015

Perempuan Itu..

Seorang perempuan menangis di dalam kamarnya. Hatinya begitu sakit. Dia sudah menepuk-nepuk dadanya, tapi rasa sakit itu tak kunjung hilang. 

Banyak hal yang terjadi dalam hidup perempuan itu. Suka dan duka. Tawa dan tangis. Dia pandai menutupi luka dan hanya membagikan tawa untuk orang-orang di sekitarnya. 

Perempuan itu selalu bilang pada dirinya," kamu kuat, kamu tidak boleh lemah." 

Begitulah hari-harinya dilalui. Selalu tersenyum, selalu ceria. Dia menguatkan diri sampai batas yang tak terhingga.

Namun ada kalanya perempuan itu tidak kuat menahan sakit dan hanya bisa menangis dalam diam. Dia mencoba menahannya sendiri tanpa mengijinkan orang lain tau. 

Kesakitan-kesakitan itu dia terimanya.

1-2 hal terjadi yang membuatnya menangis karna dia berfikir belum menjadi orang yang baik, orang yang bisa dibanggakan, orang yang layak. 

Perempuan itu pernah bilang pada Tuhannya, "Tuhan, egois kah kalau aku meminta untuk meringankan bebanku? Jika ya, aku terima itu. Tetapi tolong bantu aku membahagiakan orang-orang yang aku sayangi. Biarlah aku saja yang merasakan kesakitan ini."

Perempuan itu sadar tentang tanggung jawab yang dia miliki. Tidak tertulis memang, tetapi dia mengambil tanggung jawab yang begitu banyaknya. Sampai-sampai dirinya lelah. 

Ps: Tuhan sayang sama kamu, percayalah.

Friday, July 10, 2015

Random Post in July

Seperti judulnya, postingan kali ini bakalan random banget. Yah sesuka hati saya aja nulisnya. Hehehe. Ini aja gak tau mau cerita yang mana dulu~ 

Hmm.. gimana dari 'lingkungan dapat merubah gaya hidup dan cara pandang seseorang'? Topiknya berat ya? Kayak judul skripsi anak psikologis. :p 

Well, tapi memang itu yang saya alami dan mungkin diantara kalianpun demikian. Kalau saya flashback, banyak sekali yang berubah dalam diri sana. Gak di semua bagian memang. Tepatnya dari dua tahun trakhir ini banyak hal yang mengubah saya, mengubah cara pandang saya. 

Dulunya saya orang yang santai, kelewat santai malah. Menggampangkan semua hal, kerjaannya haha hihi, nongkrong sana-sini, males-malesan, gak pusingin ini-itu. Titik balik hidup saya adalah ketika kenaikan semester 4 semasa kuliah. Dari sana saya mulai berubah, saya mulai belajar bertanggungjawab atas hidup saya. 

Tapi baru dua tahun terakhir ini yang benar-benar berasa. Sampai saya bertanya ke diri saya: kok lo bisa begini ya? Kok lo jadi kritis banget sih? Dan pertanyaan lainnya. 

Bahkan di tahun ini saya amat suka belajar. Apa pun itu. Saya banyak baca perkembangan dunia, politik, ekonomi - hal yang dulu males saya ketahui. Saya mulai banyak mengamati, mulai mendengarkan hal-hal yang dulu tidak ingin saya dengar. Saya terus push diri untuk mencapai target. Saya terus menata diri dan masa depan saya. 

Bertanggungjawab atas diri sendiri erat kaitannya dengan memilih pasangan hidup (yak, ini curcol banget). Hahaha 

Banyak teman-teman saya yang komentar gini: lo cari cowok yang kayak gimana sih? Nyets, semua laki lo tolak! Te, lo cari cowok yang sempurna ya? Jadi cewek tuh jangan pinter-pinter banget te, susah cari cowok.

Aduh. Saya boleh tertawa gak? 

Jadi cewek tuh jangan pinter-pinter banget te, susah cari cowok.
What a small brain! .___. Ya ampun kok bisa-bisanya ngomong gitu. Emang mau ya punya cewek bodoh? Yang ditanya apa-apa gak ngerti? Cuma cowo arogan dan berotak sempit yang cari cewe bodoh. Biar bisa dibego-begoin ya bro? Cowok yang berotak pasti cari cewek berotak juga. Dear para cewek, jangan demi cowok sampe nurunin kecerdasan ya. Cowok yang berotak pasti akan push ceweknya untuk hidup yang lebih baik lagi, untuk belajar sama-sama, bukannya malah membodohi~ 

Cari cowok yang sempurna? Buat apa? Saya aja masih banyak kekurangan, kok berani-beraninya cari yang sempurna. Lagipula kalau dia sudah sempurna, buat apa butuh saya? Tidak ada kekurangannya yang bisa saya isi. :") 

Nyets, semua laki lo tolak!
Ini kata-kata teman baik saya ketika saya chatting dengan dia. Waktu baca chat dia, saya langsung tertawa. Semua laki? Emang ada segitu banyaknya kah? Haha.

Lo cari cowok yang kayak gimana sih?
Yang bisa diajak ngobrol. Yang tau arah hidupnya mau dibawa ke mana. Yang bertanggungjawab. Udah itu aja~ oh satu lagi, cowok wangi!^^  tapi permasalahannya adalah akhir-akhir ini lelaki yang dekat dengan saya tidak asik diajak ngobrol. Dari ngobrol aja udah gak nyambung, gimana mau mengarah yang lebih jauh?

Oh ya, kemarin itu saya baca-baca ask.fm. Ada satu selebask yang saya follow. Namanya Kent. Anak muda yang smart dan lucu. Oke, saya amat suka dengan jawab-jawaban dia. Ada satu pertanyaan dari followernya yang bikin saya ketawa. Fyi dia baru aja jadian.^^

Tanya: Kak Kent pake pelet apa sih?

Jawab:
1. Baca buku yang banyak biar bisa ngobrol tentang creationism atau neutrino, bukan cuma nanya-nanya, "km lagi apa?" atau "udah mam lom? mam gih tar sakit."
2. Treat her like how you want your daughter to be treated.
Dah dua itu aja peletnya.

Ketika baca point pertama, saya langsung ngakak. Ini kenapa bener banget? Dear para cowok, please banyakin bacaaa. Perluas wawasan. Pertanyaan "kamu lagi apa? Udah makan? Makan gih nanti sakit. Kamu lagi apa? Kamu lagi apa? Kamu lagi apa?" OMG! Its boring question, you know? 

Kalo pertanyaan gini ditanya tiap hari ketika saya masih sekolah, saya akan dengan senang hati menanggapinya. Tapi, kalo sekarang? No. Big no. Ada banyak hal yang lebih seru ketimbang cuma nanya 'kamu udah makan belom?' -__-

Kemarin-kemarin saya sedang dekat dengan cowok. Dia baik. Baik banget malah. Tapi, entah kenapa saya gak ada feel sama sekali. Awalnya, saya paksa diri saya untuk menanggapinya, saya berusaha membuka hati saya dan mengabaikan banyak hal. Tapi, dari sekian banyak obrolan, saya merasa jenuh. Karna ketika saya ngomongin suatu hal, dia gak ngerti, dia gak tau. Setiap harinya cuma nanya: kamu lagi apa? Kamu tadi makan apa? Aku blablabla.. saya bosan. :( jahatnya saya. 

Dan mungkin karna saya juga gak ada feel, saya jadi risih ketika dia banyak sekali melakukan skinship. Noooo... saya gak suka. :(

Sampai akhirnya saya gak tahan dan saya bilang kita gak usah kayak gitu. Biasa aja. Temenan aja. 

Sahabat saya yang geregetan akhirnya mengenalkan saya ke seorang pria. Kali ini bukan saya yang menghindar, tapi si pria ini. Jangan-jangan saya kena karma. Hahaha.. 

Tiga minggu yang lalu. Pria ini ngajak saya keluar makan. Saat makan kita ngobrol banyak hal dan seru. Saya mikir 'nih cowok smart ya! Nyambung diajak ngobrol.' Kemudian detik selanjutnya saya menyesal ngomong itu. Haha. Ada satu topik yang membuat saya gak bisa untuk gak serius. Saya dan dia berbeda pendapat tentang hal ini. Saya gak masalah dengan bedanya pendapat itu, tapi omongannya itu lhooo. 

Seperti pria-pria terpelajar lainnya, omongannya halus, tapi inti dari omongannya adalah: lo tuh bego banget milih hal itu!. 

Saya gak bisa terima. Kesalahan besar ketika dia ngomong gitu. Ditambah dia bilang gini: karna saya pintar, karna saya tau, makanya saya gak memilih hal itu. Astaga! Boleh saya tendang ke jurang gak?? *emosi* Saya paling sebal dengan orang yang 'ngerasa' dirinya pintar. Helow diluar sana banyak yang jauhhhh lebih pintar dari kamu! 

Oh dan akhirnya dia kapok, dia gak kontak saya lagi. Mungkin dia kaget ketemu cewek kayak saya. Mungkin cewek-cewek yang dia kenal sebelumnya gak ada yang sengotot saya. Hahaha.. Padahal walau saya sebal, tapi saya masih mau keep contact lho. :p

Ngomong-ngomong pria menyebalkan, sekitar 3 tahun yang lalu saya mengenal seorang pria. Karna ada satu kejadian yang amat tidak adil buat saya pun juga dia, kita akhirnya gak contact lagi. Saya begitu kehilangan dia. T.T

First impression: cowok sok tau! Rese! Jutek! Nyebelin! Ih amit-amit deh!

Iya ini bukan kayak di ftv-ftv. Tapi tipikal cowok kayak gitu emang ada di dunia nyata kok. Saya pernah mengenalnya. Namanya Dodo. 

Saya masih ingat, pertama kali bertemu di sebuah tempat makan dimsum. Waktu itu kita makan berempat. Dan dia duduk di sebelah saya. Dari obrolan-obrolan pertama tuh asli nyebelin banget. Dari pertemuan pertama itu walau menyebalkan tapi terus berlanjut. Kita jadi temen nongkrong bareng. Saya jadi sadar kalau Dodo ini orangnya menyenangkan. ^^

Kalau sama Dodo, apa aja bisa diobrolin. Kita gak pernah kehabisan topik. Dari mulai obrolin hal remeh-temeh gak penting kayak gosipin artis (ini sih saya yang suka kepo tanya-tanya, karna dia bekerja dibidang entertain yang dekat kaitannya dengan artis. Haha), bahas national geograpic yang kita tonton, sampe topik berbobot yang bikin kepala saya panas karna kebanyakan mikir. Dia tau banyak hal dan dia share itu ke saya. Obrolan seperti: kamu udah makan belom? Gak ada sama sekali~ 

Dia pernah ngomong gini ke saya: kucel, baru kali ini ada orang yang betah lama-lama ngobrol sama gue. Gue gak pernah ngobrol sebanyak ini ke orang lain.

Saya: iya lah! Lo tuh nyebelin dan sok! Makanya orang udah kabur duluan pas pertama kenal lo. Kurang-kurangin lah sifat juteknya. Hahaha

Dia manggil saya kucel lantaran tiap kali ketemu dia, saya gak pernah dandan, selalu dengan muka bantal. (yak, gara-gara nulis ini saya jadi kangen dipanggil 'kucel'. Do, balik kek. Ngobrol kayak dulu lagii.. hiks)

Umur yang udah 25 tahun ini membuat saya semakin picky dengan pasangan hidup. Iya, udah gak jaman nyari cowok cuma sekedar pacar-pacaran. Masa-masa itu udah lewat. Saya pun sudah dalam masa mempersiapkan diri, memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih layak. Saya ingin ketika bertemu dengan pasangan hidup, kita bisa melakukan banyak hal. Saya ingin menjadi istri yang gak hanya urus rumah tangga, tapi bisa jadi teman diskusi yang baik. Bisa kasih masukan untuk bisnis / pekerjaannya. ^^ 

Kalau dibilang saya berubah. Ya, saya berubah, saya lebih bertanggungjawab dan serius menata hidup saya. Tapi, selebihnya saya masih pribadi yang sama kok. 

Saya masih jail dan iseng. Saya masih suka ngeceng-cengin orang. Saya masih ngakak kalau denger humor yang garing. Meja kerja saya masih berantakan (walau berkali-kali saya rapihkan). Saya tetap gak bisa bahasa inggris. Saya masih lemot kalau kelaparan. Saya masih suka jadi tempat curhatnya orang-orang. Saya masih suka dengan anak kecil. Saya masih gak suka gadget. Saya masih sebal kalau pipi saya dicubit (yang kalo kata mereka: pipi lo gemesin banget. Ih, sebel!), saya masih suka makanan pedas dan tetap tidak suka manis. Saya tetap memilih air putih ketimbang teh atau pun kopi. Yap, saya masih sama kok. Hanya beberapa hal aja yang berubah. :)

Ah ini postingan bener-bener random deh. Gak ada abisnya kalo saya terus tulis. Jadi sebelum saya makin banyak menulis hal-hal lainnya, saya sudahi aja ya.

Btw, hawa-hawa liburan udah terasa banget! Liburan enaknya ke mana ya? :D

Ay.

Monday, June 29, 2015

Seven Stars in the Sky~


 
Hai!^^
 
Sesuai janji, akhirnya cerbung saya publish juga. :D
 
Kalian bisa baca di sini ya: Seven Stars in the Sky
 
Sedikit cerita, sebenarnya cerita ini saya buat ketika masih kuliah. Iya emang udah lama banget ya. Waktu itu cuma bikin sampe 2 part aja terus biasa udah bosen dan males ngelanjutin. :p
 
Kemudian di awal tahun, ketika lagi kepoin laptop sendiri, malah nemuin cerita ini. Dibaca-baca lagi dan akhirnya diniatin buat dilanjutkan. Anggap aja sekalian saya nostalgia jaman kuliah kan? :D
 
Saat ini yang publish di Wattpad baru sampe part 8 dan mudah-mudahan ada waktu buat ngelanjutin. Sahabat saya (Ven), tiap hari ngechat saya dan nodong untuk terus ngelanjutin ceritanya. Terakhir dia chat saya kayak gini: Ehh, cerita lo mana? kok part 8 nya dikit amat??
 
Iya, dia protes lantaran saya amat pelit kata di part 8. Hahaha
 
Sebenarnya saya selalu malu kalau ada orang yang saya kenal baca tulisan saya (entah tulisan di blog Summer3angle, di sini dan sekarang di Wattpad). Jadi kalau ada yang line, whatsapp dan bbm ke saya mengenai tulisan saya, saya masih tetap kaget aja.
 
Pernah suatu kali ketika saya lagi menunggu kereta di stasiun Bandan, ada orang dari belakang yang tiba-tiba ngomong ke saya.
 
Dia: The, lo lagi males update blog ya?
 
Saya: *kaget banget tiba-tiba disapa seperti itu* Hah?? Eh, elo! apa kabar...? Kok lo bisa di sini sih?
 
Yap, dia adalah adik kelas saya semasa sekolah. Dulu kita akrab karna tergabung dalam satu organisasi.
 
Dia: Iya, mobil gue lagi masuk bengkel. Eh, lo lagi males update blog? *dia ngulang pertanyaan*
 
Saya: Lo kok tau gue punya blog?
 
Dia: Gue udah tau lama kali, hiburan banget the pas gue lagi suntuk. Blog lo bikin gue ngakak.
 
Saya: Duh, serius lo baca? anjritt gue maluu.. lo baca blog gue yang di Summer3angle ya?
 
Dia: Iya, gue lebih suka yang di blog Summer, lebih lo banget. kalo blog satunya lagi terlalu galau ah the.
 
Saya: Biar balance makanya gue bikin satu yang lucu, satu yang galau. hahaha.. lo udah baca yang mana aja? ahh gue beneran malu T__T
 
Dia: Banyak banget, kayaknya udah hampir semua gue baca deh. orang gue subcribe juga, jadi kalo ada update dari lo masuk ke email gue.
 
Saya: Hah? anjrit.
 
Dia: pokoknya gue tunggu update lo ya the. gak pake lama.
 
Kadang ada orang-orang yang saya gak sangka nemuin blog saya, teman-teman yang sudah lama gak ketemu~ Walau sebenarnya saya malu, tetapi saya harus siap terima konsekuensinya (dibaca, dinyinyirin, dikomentarin) ketika saya memutuskan menceritakan ini dan itu di blog.
 
Dan untuk kalian yang saya tidak kenal, untuk para blogger yang gak sengaja mampir, untuk para silent readers, makasih banyak ya. Saya selalu senang ketika kalian datang. :)
 
Jangan lupa baca cerita perdana saya ya, di vote juga. hehehe..
 
 
-Ay-


Sunday, June 7, 2015

Hi,
Ternyata bulan lalu saya tidak meninggalkan tulisan apapun di sini. Mungkin kalian sudah bosan mendengarnya, tapi (lagi-lagi) waktu berjalan begitu cepat. Dan tau-tau kita sudah berada di pertengahan tahun.
 
Sudah melakukan apa aja di tahun ini?
Sudahkah kamu bahagia?
 
Sebenarnya saya juga bingung mau menuliskan apa di sini, karna saya sedang tidak baik-baik saja, tapi saya tidak ingin banyak mengeluh di sini.
 
Intinya suasana hati saya sedang buruk, pun juga pikiran saya. Sejujurnya saya sedang gelisah. :'(
 
Hmm.. gimana kalau saya menceritakan tentang project cerbung saya aja?
 
Kalau kalian baca, sudah dari awal tahun saya bilang kalau saya sedang membuat cerbung (yang bahasa kerennya short story :p). Waktu itu saya bilang, saya akan share di bulan Maret, tapi sampai sekarang belum juga saya share. Iya, saya kurang disiplin makanya terlambat begitu lama.
 
Oya, ada yang tau aplikasi Wattpad? Itu, lho aplikasi yang isinya ribuan cerita dari berbagai negara dan kita bisa baca secara gratis! Menarik bukan? Akhirnya saya pun tergerak untuk membuat akun di Wattpad dan berfikir untuk nantinya share cerita di sana. Saya memutuskan untuk tidak menuliskannya di sini, tetapi akan saya tuliskan di Wattpad.
 
Jadi, kapan Ay? Kapan??
Saya janji akan share paling lambat akhir bulan ini. Iya, gak akan molor lagi kok. Kalau nanti udah saya publish di Wattpad, saya akan info di sini. Ah, saya bakal seneng banget kalau banyak di antara kalian yang baca dan menyukainya. ditunggu ya! :) 
 
Ay.