Wednesday, March 18, 2015

:)


"Hidup tidak semudah melipat perahu kertas, dude. Kamu butuh merakit perahu kayu yang kokoh dan tidak mudah hancur ketika diterpa badai. Bagaimana kalau ada bagian-bagian yang lapuk? Kamu perlu menggantinya dengan kayu baru dan kembali merakitnya." – Ay

Tahun ini saya begitu banyak mendapatkan hal baik. Saking banyaknya sampai saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Yang saya bisa hanya tersenyum selebar-lebarnya sambil bilang dengan semangat: Tuhan, makasih banget, lho!!! Saya tau Engkau selalu tepat waktu. *kemudian senyum lebar lagi*
Tidak semua hari yang saya lalui baik, kadang buruk pula dan mampu menghilangkan senyum lebar saya. Namun, kebaikan di awal tahun ini lebih banyak dibanding keburukannya. Karna hidup tidak melulu bahagia kan? Hal-hal buruklah yang membuat kita semakin kuat.
Salah satu hal yang tidak pernah saya sangka adalah beberapa hari yang lalu home made product buatan saya dan adik saya diliput oleh salah satu stasiun tv. Tiba-tiba disuatu siang, seorang wartawan chat saya di whatsapp. Singkatnya online shop dan product kami diliput dan disiarkan diacara berita siang. Happy? Pasti. Merasa bersyukur? Banget!
Kemudian di tahun ini pun saya mendapatkan liburan ke Eropa. Gratis! Benar-benar hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya sungguh berterima kasih untuk tiap orang yang membantu saya hingga saya layak untuk menerima liburan ini. *kembali tersenyum*.
Sampai kemudian ada seorang teman yang bilang begini: hidup lo kok enak banget sih! Oke banget sih gaya hidup lo..!
Biasanya ketika saya mendapat komentar seperti itu saya hanya tertawa dan menanggapinya dengan candaan. Tapi kala itu mood saya sedang tidak baik, mendekati PMS (yak, PMS emang selalu dijadikan kambing hitam ya. Ha ha) hal-hal kecil saja bisa membuat saya mendadak bete. Saya langsung bilang: orang-orang ngeliatnya enak, tapi gak tau aja dalemnya gue mati-matian buat hasilin uang.
Hanya sahabat saya, Ven yang tau sebenarnya saya, permasalahan, kecemasan, beban dan tanggung jawab yang saya tanggung seperti apa. Orang hanya melihat sisi luar saya yang hampir selalu ceria. Saya memang tidak ingin menunjukkan kesedihan saya di depan orang-orang. Dipikir-pikir dia gak salah juga bilang seperti itu, hanya saja waktunya yang gak tepat.
Tidak pernah ada hidup yang mudah dan enak, ada banyak hal yang harus dikorbankan untuk mencapai sesuatu. Salah satu yang banyak saya korbankan adalah waktu dan hati saya. Hampir 8 bulan terakhir ini saya benar-benar tidak punya banyak waktu untuk diri saya.
Setiap harinya saya bangun jam 5 pagi untuk siap-siap ngantor. Sampe rumah lagi sekitar jam 8 malam. Saya gak bisa langsung istirahat. Hanya sempat mandi kemudian lanjut mengurus online shop saya dan baru ketemu ranjang paling cepat jam 11 malam. Tidur dan kemudian jam 5 pagi bangun lagi untuk memulai aktifitas yang sama. Ah, saya jadi rindu berlama-lama memeluk bantal kesayangan dibalik gulungan selimut.
Ada kalanya badan saya sampai rontok, tidur yang hanya 5 jam tidaklah lagi cukup. Padahal semasa kuliah saya masih sanggup hanya tidur kurang dari 4 jam setiap harinya (demi untuk menyicil tugas-tugas kuliah). Saya mengorbankan waktu saya untuk kantor dan online shop. Sedangkan hati saya? Dia sudah lama tak saya sapa, tak saya gubriskan. Kalau mereka tau seperti apa hidup saya yang sebenarnya, mungkin banyak diantaranya yang menarik kata-kata “hidup lo enak banget sih.” Menjadi seperti saya? Belum tentu ada yang mau.
Kenapa saya memilih seperti itu? Kenapa saya mati-matian untuk menghasilkan uang? Percayalah saya melakukannya bukan karna saya gila materi. Tidak sama sekali. Ada banyak alasan yang tak bisa saya jelaskan di sini, terlalu pribadi dan bahkan tidak pernah saya ceritakan ke teman-teman baik saya.
Saya tau saya tidak bisa terus menerus seperti ini, saya harus membahagiakan diri saya. Saya pun sedang dalam pergumulan, sedang mempertimbangkan untuk melepaskan salah satunya. Bukan. Bukan karna saya menyerah. Tetapi saya ingin fokus dengan bisnis saya dan agar mempunyai lebih banyak waktu untuk keluarga dan hati saya.
Saya hanya mau bilang, hidup kita ini hanya sekali, bahagiakan orang-orang yang kamu sayang, kemudian bahagiakan dirimu. Kamu pantas untuk berbahagia dan menikmati hidupmu kan. Buat kamu dan kamu di luar sana yang berjuang atau sedang mengalami masa sulit, jangan pernah menyerah, jangan mau dikalahkan oleh ego dan kesenangan sesaat. Selalu percaya setiap hal baik akan kamu terima tepat pada waktu-Nya. Selalu bersyukur seberapapun masalah yang kamu alami. Selalu berterima kasih untuk setiap hal sederhana yang kamu dapatkan setiap harinya. Kamu masih dapat menghirup oksigen secara cuma-cuma bukan? : )


Salam sayang,
AY

Thursday, February 5, 2015

Bersama Ven

Hi musuh lama! Hahaha… tidak perlu ditanya, kabar kamu pasti baik^^

Hmm, saya bingung mau memulainya dari mana, karna sudah terlalu banyak kisah yang terjadi dihampir sepanjang umur saya dan ada kamu di dalamnya.
Di mulai dari kita di sekolah dasar saja bagaimana?
Sejak kita kanak-kanak sampai sekarang, kita (hampir) selalu bersama. Saya tidak menyangka kalau kita bisa berteman sampai selama itu. Kamu ingatkan betapa dulu saya amat tidak suka pada kamu? Saya menganggap kamu cewek yang sok, angkuh dan tukang pamer. Hal yang paling tidak saya sukai.
Ingat ketika kita kelas 5? Pertama kalinya kita sekelas. Kamu, yang bisa dibilang, selalu masuk 10 besar seringkali memamerkan nilai kepada saya. Membuat saya semakin sebal pada kamu. Kalau diingat-ingat lagi, betapa lucunya hari-hari lalu. Keirian-keirian yang muncul karna kamu anak kesayangan guru-guru, sedangkan saya seringkali diomeli dan dihukum oleh guru. Kamu si pintar yang sombong dan saya si tomboy yang  nakal.
Ingatkah ketika kita SMP, kamu dan ketiga orang lainnya menjadi penghuni baru di mobil jemputan. Sebagai penghuni baru, kamu amat berisik dan mengganggu kenyamanan penghuni mobil jemputan lainnya, termasuk saya. Sampai suatu kali, semua penghuni jemputan mengadu kepada saya, tentang kamu dan teman-temanmu yang berisik dan amat mendominasi.
Dan pulang sekolah kita ribut mengenai hal itu. Betapa ‘premannya’ saya. Hal yang tidak disangka-sangka terjadi, dari keributan itu kita malah jadi berteman. Hei, aneh sekali bukan? Kok bisa ya? Saya masih bertanya-tanya sampai saat ini.
Ada banyak sekali perbedaan antara kamu dan saya. Teman-teman saya seringkali bertanya, “ kok bisa sih betah berteman dengan Ven?”  dan saya tidak pernah bisa menjawabnya, entahlah. Apa kamu pernah ditanya seperti itu? Ditanya, “ kenapa bisa betah berteman sekian lama dengan Ay?” ah, sudahlah. Tidak perlu membahas hal ini.
Ingatkan ketika awal SMP, ketika kamu dijauhi dan bahkan jadi bahan ledekan sebuah genk cowok di sekolah? Amat tidak adil kamu diperlakukan seperti itu. Hanya karna kamu sebagai perantara, tetapi malah kamu yang terkena Imbasnya. Karna seorang cewek pengecut yang minta tolong kepada kamu untuk memberikan surat cinta kepada ketua genk itu tanpa nama, akhirnya ada kesalahpahaman. Ketua genk (yang menurut saya tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!) itu menganggap kamu naksir berat padanya, dan dia menyebarkannya ke semua orang. Jahat sekali! Dan saya saat itu pun tidak bisa berbuat banyak, saya hanya dapat menemani kamu menerima semua ledekan-ledekan itu. Maaf ya, Ven.
Masa SMP, masa yang tidak ingin saya ulang sekalipun, pun juga kamu pasti merasa seperti itu. Kita anggap masa itu sebagai masa pembelajaran kita ya Ven, masa kita belajar menjadi perempuan yang kuat dan tegar.^^
Ketika SMA, kita punya teman-teman yang berbeda. Di kelas 1, pertemanan kita bisa dibilang menjadi renggang. Saya meninggalkanmu untuk bersenang-senang dengan teman-teman baru saya, dengan beberapa kegiatan ekstrakulikuler yang saya ambil. Saya terlalu disibukkan oleh itu semua, sampai saya (hampir) melupakanmu. 
Ingatkah ketika suatu kali kamu mengajak saya makan bareng di SD kita tetapi saya menolaknya? Saat itu saya terlalu malas untuk bermain denganmu, pun hanya sekedar mengobrol. Jahatnya saya. Tetapi hal itu tak berlangsung lama, kita kembali berteman, dan kamu pun menjadi akrab dengan teman-teman sekelas saya, terutama dengan Han.^^
Ingat tidak, dulu kita sering kali pergi hanya berdua untuk sekedar menonton bioskop dan makan bareng. Saat-saat yang menyenangkan ya, Ven.
Dulu (dan sampai saat ini) ada banyak sekali obrolan-obrolan  dan angan-angan kita yang satu persatu mulai tercapai. Kita pun semakin dewasa dalam mengambil keputusan.
Oya, sudah lama ya kita tidak pergi ke tempat favorit kita. Tempat yang bisa kita datangi 3-4kali dalam satu minggu. Iya, Goa Maria di Gereja St. Maria. Tempat rahasia kita Ven, tempat kita berdoa dan berbagi banyak hal.
Ingatkah suatu hari, ketika kita pulang sekolah, niatnya hanya mampir ke Goa sebentar untuk berdoa dan pulang ke rumah. Tapi akhirnya malah ngobrol-ngobrol sampai sore. Dan kamu malah nyebur ke kolam ikan! Ketauan sama Romo Gereja pula. Duh, memalukan ya, tapi kita malah tertawa-tawa. Menertawai kebodohan kita. Masa-masa sekolah begitu menyenangkan dan tanpa beban ya. Yang ada hanya hal-hal bodoh dan hari-hari penuh tawa.
Surat-suratan! Sejak SMP dan SMA kita tidak pernah sekelas, jadi kita sering banget bikin surat dan kita akan tukeran surat di jam istirahat. Lucu ya mengingat betapa konyol dan polosnya isi surat-surat itu. Ya, sebenarnya isinya tidak jauh-jauh dari ngomongin cowok ya, hihihihi.. kamu masih menyimpan surat-surat itu?
Bagaimana tentang kisah cinta saya dan kisah cinta kamu? Perlu saya ceritakan di sini gak , Ven? Hahahaha.. Tidak perlu? Baiklah, kita simpan saja dalam ingatan kita masing-masing ya. ^^
Di masa-masa akhir kuliah, kita saling menguatkan. Kita sama-sama stress menghadapi tugas akhir, tetapi kita tetap saling mendoakan dan memberikan semangat untuk terus berjuang sampai akhir. Dan Puji Tuhan, kita lulus tepat waktu! Saya ingat waktu saya pulang sehabis tugas akhir, papa saya memeluk saya dan berkata, “selamat ya Ceh. Bukan nilainya yang penting, tetapi perjuangan kamu”.  Satu hari yang paling melegakan disepanjang hidup saya. Hmm, saya cerita ke kamu tidak ya, mengenai hal itu? Saya lupa~~
Disepanjang pertemanan kita, sudah berapa kali kita berantem? Sepertinya tidak terhitung ya. Hihi. Tetapi kita akan kembali berbaikan, saling meminta maaf^^
Kamu satu-satunya orang yang saya percaya. Hanya kepada kamu, saya dapat menceritakan semuanya. Tentang masalah-masalah terdalam yang saya tidak mampu menceritakannya, bahkan ke teman-teman terbaik saya sekalipun. Terima kasih Ven. Terima kasih untuk waktu-waktu yang kamu sediakan untuk saya.
Ps: Ven, walau kita sering kali bertengkar dan diam-diaman untuk beberapa waktu, walau saya tidak bisa selalu ada untuk kamu, tidak bisa selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahmu, tetapi percayalah, saya tidak akan pernah meninggalkamu. :
ps lagi: sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis sejak bulan September 2014, tetapi karna obrolan kita via bbm tadi pagi, saya tergerak untuk memposting ini. saya akan tetap menjadi pendengar yang baik untukmu. walaupun di sela-sela cerita akan ada omelan-omelan dari sya, tapi itu lebih karna saya peduli padamu :)

Kecup peluk dari Ay

 

Wednesday, January 14, 2015

Project Cerbung

Dear Vealders,
 
Terima kasih untuk semua yang sengaja maupun tak sengaja mampir ke blog ini. Walau pengunjungnya hanya sedikit, tapi tiap hari selalu ada yang mampir. Tahun 2015 sudah berjalan 14 hari sedangkan saya belum menuliskan apapun di sini maupun di Blog Summer. Awal tahun saya sudah disibukkan dengan pekerjaan kantor yang menggunung dan orderan online shop yang saya dan adik saya bangun sejak valentine 2010. Kedua hal tersebut benar-benar menyita waktu saya.
 
Namun, saya bertekad di tahun ini harus menyelesaikan 1 cerbung. sStiap harinya selama di kereta menuju kantor, saya menyicil menulis. Saya menantang diri saya untuk menuliskan cerita yang (mudah-mudahan) dapat menyentuh dan menginspirasi para pembaca. Saat ini sudah dibuat sampai bagian 4. Mungkin akan selesai dalam 7-8 bagian (atau lebih).
 
buat yang penasaran, berikut sedikit potongan ceritanya:
 
" Kamu yang kemarin nontonin kami main bola, kan?
 
Dee kecil mengangguk.
 
"Nyari Arsen? Hari ini dia gak ke sini soalnya lagi sakit", jelas seorang anak laki-laki.
 
"Arsen sakit apa?" Dee kecil tidak dapat menutupi kecemasannya.
 
"Biasa mimisan. Tapi hari ini parah, darahnya gak berhenti keluar dari hidung. Jadi mamanya gak bolehin dia keluar rumah. Kalo mau ketemu Arsen, dateng lagi aja besok."
 
Dee mengucapkan terima kasih dan berjalan keluar lapangan. Kenapa super hero bisa sakit? Aku aja gak pernah mimisan. Ucap Dee dalam hatinya. Ah, besok akan aku tanyakan kepada Arsen.
 
***
 
Alur cerita ini maju-mundur. Di setiap bagiannya akan menceritakan masa kecil Dee dan Arsen. Kemudian lompat ke masa kuliah.
 
Bercerita tentang pertemuan sepasang anak kecil berumur 7 tahun di lapangan kecil..
tentang seorang anak laki-laki yang berusaha bertahan hidup..
Tentang gula-gula kapas..
Tentang  pendar bintang yang ajaib..
Tentang janji-janji yang belum tergenapi..
Tentang permintaan 7 bintang..
Tentang anak perempuan yang berusaha membangun kembali semangatnya..
dan tentang laki-laki lain yang berusaha menorehkan selengkung senyum di wajah si anak perempuan..
 
Mudah-mudahan Maret sudah bisa di share. :)
 
Salam,
AY

Sunday, November 9, 2014

Chit-Chat dengan Chris

Beberapa waktu lalu ketika buka Yahoo, tanpa saya sadari YM saya pun aktif. Gak lama setelah aktif, ada salah seorang teman yang chat saya. Dipikir-pikir emang masih ada ya yang pake YM sedangkan banyak aplikasi chatting lainnya yang lebih modern? Karna chat dengan teman saya itu, iseng saya check history dan menemukan banyak chat dari teman kantor lama, teman gereja, teman kampus dan sekolah. Ada beberapa chat yang menarik perhatian, saya pun membukanya. Baca-baca chat lama jadi bikin saya senyum-senyum sendiri. salah satu yang buat saya tertawa adalah chat dengan teman kampus saya.
 
Namanya Chris. Saya mengenalnya ketika kita masih jadi anak ingusan.. ahhaha.. gak semuda itu sih. Saya dan Chris kenal karna kami 1 kelompok ketika awal kuliah. Selama seminggu, kelompok kami ini harus mendesain ruangan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Oh iya, saya dan Chris adalah mahasiswa/i Fakultas Seni Rupa dan Desain. Saya di jurusan DKV sedangkan Chris di jurusan Interior.
Karna sekelompok itulah kami jadi akrab. Dia juga teman sebangku saya ketika di bus menuju puncak untuk acara Makrab (Malam Keakraban). Awal-awal kuliah saya masih sering ketemu Chris, dia anaknya asik untuk diisengin. Hahaha. Tapi karna kesibukan dan jam kuliah yang berbeda, jadilah jarang ketemu. Sampai akhirnya Chris chat saya di facebook dan bilang kalau dia pindah jurusan dari Interior ke DKV. -____-
Balik lagi ke chat-chat saya dengan Chris di YM. Dari sekian chat yang tersimpan, ada 1 yang buat saya membukanya. Percakapan yang gak penting sebenernya tapi buat saya jadi tertawa.
25 Jul 11:05 coffshugah:  te!!!!
25 Jul 11:05 lozt_fairy:  ngagetin gue ajaa!!
25 Jul 11:05 lozt_fairy:  apaan?
25 Jul 11:05 coffshugah:  hahaha
25 Jul 11:05 coffshugah:  PIN BB PLEASE!! NOW!
25 Jul 11:06 lozt_fairy:  bb gue off
25 Jul 11:06 lozt_fairy: :|
25 Jul 11:06 coffshugah: .....................................
25 Jul 11:06 coffshugah:  ok te, have a nice day!
25 Jul 11:06 coffshugah:  hahaha
25 Jul 11:06 coffshugah:  ah elo mah
25 Jul 11:06 lozt_fairy:  nanya itu doang lo?
25 Jul 11:06 lozt_fairy:  \nih add dulu aja dah
25 Jul 11:06 coffshugah:  ntar aja ah
25 Jul 11:06 lozt_fairy:  ****EBEF :|
25 Jul 11:06 lozt_fairy: tar malem gue acceptnya
25 Jul 11:07 coffshugah:  oh yaudah klo tar malem
25 Jul 11:07 lozt_fairy:  pake bb apa lo?
25 Jul 11:07 lozt_fairy: hahahaah.. akhirnyaa yaaa
25 Jul 11:07 lozt_fairy: hahah
25 Jul 11:09 coffshugah: pake javelin bekas cici gw
25 Jul 11:09 coffshugah: trackball...... bitch please
25 Jul 11:09 coffshugah: sukur dikasi gratis hahah

Percakapan 2 tahun yang lalu itu membuat saya terus mengarahkan mouse ke bawah, membaca chat-chat lain dengan si Chris. Kalau sama Chris ini ya, entah kenapa bisa yang hina-hina banget, bikin jadi ketawa terus. Waktu chat mengenai kampus misalnya:

06 Jul 10:48 lozt_fairy:  (˘_˘") smester sendiri gak tau
06 Jul 10:49 lozt_fairy:  Berarti smester 8 lo udh bs ambil TA
06 Jul 10:49 lozt_fairy:  Ayok chris setaun lagiii!! (҂'̀'́)9
06 Jul 10:49 coffshugah:  Ip gw smstr 6 tuh 3,7 bedeeeh. Sori ye sombong
06 Jul 10:49 coffshugah:  Hahahaha
06 Jul 10:49 coffshugah:  Mata kuliah semester 7 apa sih?
06 Jul 11:07 lozt_fairy:  Wah, g udh lupa sih smester 7 matkul apa aja. Maklum udh lama lulus
06 Jul 11:07lozt_fairy:  *kipas2 pake ijasah*
06 Jul 11:08 lozt_fairy:  Ah cm beda dikit! Gue 3.4 aja kalem
06 Jul 11:13 coffshugah:  Hahahaha tahiks
06 Jul 11:14 coffshugah:  Ntar gw wisuda kaga ada yg nemenin foto bareng selain sm bonyok.  Brengsek. Gada yg kasi bunga, gada pacar.
06 Jul 11:14 coffshugah:  Sedih.... #madep tembok, #cakar tembok
06 Jul 11:27 lozt_fairy:  Yaelah sihh.. G jg pas wisuda kaga ada pacar
06 Jul 11:27 lozt_fairy:  Cuma temen2 baek g pada dateng sih! Hahahaha
06 Jul 11:27 lozt_fairy:  Yaudah tar gue beliin bunga sepapan buat lo ya
06 Jul 11:31 coffshugah: Nah! Temen2 baek gw udah ngga ada, dateng ke gw klo butuh doang haha. Temen kos palingan . Angkatan 09 ga asik smua te, enakan dulu 07. Makin kesini makin kyk kentut.

:|
Si Chris ini paling galau sampe gebleg kalo lagi jomblo. Rrr.. sama Chris ada aja yang diomongin, mulai dari saya yang pengen kurus dan dia yang pengen berotot, gosipin cewek cakep di tempat gymnya, semangatin dia buat cari tempat magang, ngomongin kampus, dengerin curhat-curhatnya yang lagi deket sama cewek A, B, C (tobat, Chris! Haha). Oya, kita punya 1 kesamaan, pipi kita sama-sama tembem! Hahaha..

Ada begitu banyak chat antara saya dan Chris, pertemanan kita memang tidak seakrab sampai menjadi sahabat, tapi setidaknya saya dan Chris pernah meluangkan waktu untuk sekedar chat yang gak penting, saling curhat, dst. Betapa waktu berjalan begitu cepat ya, kayaknya baru kemarin ketawa karna chat sama Chris tapi ternyata itu sudah 2 tahun yang lalu. 

Hmm, gak tau lagi sih mau cerita apa lagi. Kalo si Chris sampe menemukan tulisan ini, udah pasti dia bakal GR setengah mati, karna saya sampai bikin 1 postingan khusus ceritain tentang chat-chat gak penting antara saya dan dia. Haha

Buat Chris : jadi pria yang baik ya, karna kamu selalu bilang mau cari perempuan baik-baik, kurangin ngerokok dan nge beer (gak sehat lho!), dan dapet pekerjaan yang menyenangkan. ^^

Menulis ini dengan senyum yang terus terkulum,
AY

 

Friday, October 24, 2014

Tentang Laki-laki di Masa Lalu


 
Hari ini saya mengingatnya,
Laki-laki itu…..
Dengan tindikan di telinga dan lidahnya.
Dengan headphone yang seringkali mengeluarkan suara jedag-jedug khas lagu di klab malam.
Dengan kamera D-SLR yang menggantung dilehernya.
Dengan sebatang rokok yang terselip di ujung bibirnya.
Dengan sepatu kets, celana chino dan kaos longgar.
Dengan perhatian yang seringkali membuat salah tingkah.
Dengan ledekan-ledekan yang menyebalkan tapi bikin kangen.
Dan dengan tawa lebar di setiap lelucon.
Laki-laki itu, bagaimana kabarnya sekarang?
Apakah masih seperti yang saya bayangkan?

Ps: jika suatu saat kamu menemukan tulisan ini, mari kita bertemu! : )

Thursday, October 23, 2014

Rumit


Selasa, 21 Okt
Beberapa waktu lalu saya pernah cerita di blog pertama saya: tentang kehilangan (link). Dari kehilangan itu saya jadi semakin tau mana saja orang yang beneran care, sekedar basa-basi atau yang cuma kepo.  Walau di luar saya tampak terbuka, suka cerita ini-itu, haha hihi, tapi sebenarnya saya orang yang paling susah untuk cerita. Terlebih cerita mengenai apa yang saya rasakan, permasalahan saya. Saya tak semudah itu menceritakan hal-hal yang mendalam kepada orang-orang.
Saya tergolong anak yang cengeng dan saya sebal akan hal itu. Haha. Iya, beneran sebal dan suka ngomel sendiri jadinya, cengeng banget sih!  Ketika ada orang yang nanya, “ Gimana perasaan kamu sekarang, Ay? Apa yang bisa saya bantu?”  tenggorokan saya langsung macet, dan air mata mau tumpah. Aneh memang, ditanya begitu aja saya bisa langsung nangis lho. Makanya saya gak bisa cerita yang mendalam, bahkan ke sahabat saya pun gak semua bisa saya ceritain. Karna saya pasti akan nangis sebelum mulai cerita. Rrr… cengeng kan. Duh! *toyor kepala sendiri*
Saya terlalu sering menunjukkan bahwa ‘saya baik-baik saja’, dan saya bisa jadi kesal kalau ditanya hal-hal yang saya rasakan. Sebenarnya itu untuk menutupi dan menghindari air mata tumpah. Saya sering menunjukkan ‘saya baik-baik saja’ agar orang-orang gak nanyain “ kamu kenapa?”  satu dari sekian pertanyaan yang tidak saya sukai. Saya rapuh dan ketika ada orang yang tau kerapuhan saya, tolong abaikan itu, tolong jangan banyak ditanya-tanya.  Ah, saya jadi buka kartu di sini.
Oh ya, orang itu pernah menanyakan lagi, “ Apa yang bisa saya bantu, Ay?”  dia menanyakan apa dia bisa bantu saya untuk cicil hp baru, mengingat saya kehilangan banyak barang berharga, termasuk hp yang sangat penting untuk saya menjalankan bisnis online. Kalau beneran pengen bantu, please langsung action aja, jangan terus-terus ditanya seperti itu. Saya gak mungkin jawab, “ iya aku mau beli hp A, harga segini, kamu bisa bantu cicilin?”  Saya gak seberani itu, dan lebih kepada saya tak mau banyak berhutang budi. Ah, saya emang rumit ya.
Alasan lainnya adalah, saya sedang kecewa, teramat kecewa dengan orang itu. Saya sudah menganggap dia sebagai mami kedua buat saya…... *berusaha gak meneteskan air mata* . tapi ada kejadian yang buat saya sedih banget dan berasa gak berharga. Saya gak bisa cerita di sini. Intinya saya sedang menghindar dari dia, entah sampai kapan. Saya harus bisa menghilangkan kekecewaan ini, memulihkan hati saya, memaafkannya dan menganggap kejadian itu bagian dari masa lalu yang gak perlu diungkit-ungkit lagi..
***
Kamis, 23 Okt
Saya kalau sudah sebal sama orang, entah siapapun itu, saya susah untuk menutupi dan pura-pura baik sama dia. Jadilah sejak kejadian yang bikin saya sakit hati itu, saya jadi lebih banyak diam, ngomong seperlunya dan lebih sering pasang muka datar (ini juga udah berusaha gak pasang tampang jutek, tapi akhirnya yang bisa saya lakukan ya pasang muka datar.. rr.. yasudahlah)
Sudah dari 3 hari yang lalu orang ini jadi ngebaik-baikin saya. Mungkin dia sadar atau entahlah kalau saya lagi gak kepengen banyak berinteraksi dengan dia. Jadilah dia yang samperin saya, jadi berubah care. Di satu sisi saya merasa risih, di sisi lain jadi mikir, kok saya jahat banget ya. Dia udah ngebaik-baikin tapi saya menanggapinya dengan ala kadarnya, tidak antusias. Duh, Ay, buruan deh maafin. Gak baik lho sebal terlalu lama. Coba ingat-ingat kebaikan yang dia lakuin buat lo! Mudah-mudahan ya. Mudah-mudahan saya bisa kembali seperti dulu, sebelum adanya kejadian itu. : )

Monday, October 20, 2014

Kamu tau itu, Ay.
 
Semua akan baik-baik saja.
 
Kamu akan baik-baik saja.
 
Sebaik matahari yang selalu setia terbit setiap harinya.
 
Sebaik bintang-bintang yang selalu muncul ketika kau ingin melihat kedipan dari langit.
 
Sebaik angin yang bertiup disaat kamu butuh kesejukan.
 
Sebaik oksigen yang selalu kamu hirup dalam-dalam ketika bangun dari tidur.
 
Sebaik itu semua, Ay.
 
Tenang saja, semua akan baik-baik saja.
 
Karna Tuhan Maha Baik dan kamu memahami itu..