Showing posts with label bahagia. Show all posts
Showing posts with label bahagia. Show all posts

Thursday, December 1, 2016

December :)




Uwaaaaa!! Desember!!!
Bulan Desember selalu bisa buat saya jatuh hati tanpa alasan lho. Bayangin pohon Natal aja udah seneng banget. :D
Kalo diingat-ingat, waktu kecil saya punya impian untuk bisa pergi ke London, merayakan Christmas Eve di gereja bergaya Eropa yang warm, menyanyikan lagu-lagu khas Natal seperti Silent Night dan Noel. Oh, tentunya karna sedang winter, saya mau mengenakan boat hitam, coat panjang berwarna coklat tua, scarf biru muda dan sarung tangan. :p
Setelahnya, saya ingin berjalan-jalan keliling kota dan menikmati jalanan yang dipenuhi dengan tumpukan salju, lampu-lampu dan ornament natal. Kemudian mampir ke kedai kopi terdekat untuk memesan segelas peppermint tea panas dan croissant. Sekalian numpang untuk menghangatkan diri. Hehehe…
Ngimpi banget ya? kayaknya sih efek dulu tiap libur sekolah itu selalu nonton Home Alone deh. Kalian pernah berangan-angan seperti itu gak sih? :D
Sebenarnya ketika saya menulis ini, saya sedang sakit. Gara-gara semingguan kemarin saya sering kehujanan ketika pulang dari kantor. Jadinya saya flu berat, sakit kepala dan ditambah radang tenggorokan. Lengkap deh.
Walau sakit, tetap gak mengurangi rasa suka saya sama bulan Desember. Kalo dipikir-pikir lagi, udah lama saya gak menghabiskan waktu untuk membaca. Bahkan ada 1 buku yang saya beli di bulan Agustus dan belum saya selesaikan sampai sekarang. T_T
Jadi saya berencana di bulan ini mau cari waktu 1 hari untuk me time di bookstore favorit saya. Biasanya di bulan Desember, di sana jual yang namanya blind books. Jadi ada paket-paket buku yang sudah dibungkus kertas kado cantik dan kita tidak tau isi di dalamnya. Udah lama juga gak kasih kado buat diri sendiri, sepertinya blind books bakalan jadi kado natal yang cocok. Habis itu saya ingin mampir ah ke kedai susu yang juga favorit saya. wah, gak sabar! :D
Di bulan Desember ini saya berharap bisa lebih bahagia dari bulan-bulan sebelumnya. Udah punya beberapa rencana untuk mengisi weekend. Pokoknya saya mau berbahagia sebanyak-banyaknya. :D
Ps: kamu yang baca ini juga harus bisa membahagiakan diri ya. ^^


Love,

Ay.                                                                                                                                                                          

Monday, November 14, 2016

Menjadi Manusia yang Pantas

Suatu kali ada yang pernah bertanya kepada saya, apa saya yakin bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya kelak?

Pertanyaan itu benar-benar saya pikirkan dan membuat saya bercermin. Kembali saya mengulang pertanyaan itu dalam pikiran saya. Yakin kah? Bisa kah?

Banyak diantara teman-teman saya yang sudah menikah dan memiliki anak. Sebagian menyesal karna memutuskan menikah terlalu cepat dan tidak siap ketika harus menjadi seorang ibu, yang waktunya banyak terkuras untuk mengurus anak dan merasa tidak sebebas dan sesantai dulu. Ada yang sampai stress, ditambah dengan si suami yang tidak mau membantunya menggantikan popok atau memberikan susu ketika anak mereka terbangun dan menangis di malam hari.
 
Tetapi ada pula yang merasa jauh lebih bahagia ketika seorang anak hadir di dalam keluarga mereka. Si istri yang iklas memberikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk anak yang disayangnya. Juga si suami yang selalu semangat ketika waktunya pulang, karna tandanya dia akan segera bertemu dengan istri dan anak yang dia kasihi. Dia pun tidak tinggal diam ketika anak mereka terbangun di tengah malam, dia siap menggendong dan menidurkan kembali anaknya.
 
Dan bagaimana dengan saya?
 
Saya tidak bisa bilang kalau saya yakin dapat mengurus anak dengan baik, karna saya belum menikah, apalagi punya anak. Saya belum tau rasanya bagaimana menjadi seorang ibu. Tetapi, ketika nantinya menikah dan Tuhan mengijinkan untuk saya menjadi seorang ibu, saya akan berusaha menjadi ibu yang pantas untuk mereka, mengajarkan kebaikan-kebaikan dan tentunya menjadikan mereka anak-anak yang takut akan Tuhan. Syukur-syukur ketika mereka menginjak dewasa, mereka aktif dalam pelayanan di gereja. ^^
 
Saya tau tidaklah mudah pun juga sesederhana itu. Ada harga yang mahal dan kelapangan dada yang besar. Seorang teman pernah bilang ke saya: kalau udah nikah, kita sebagai istri bertugas memberikan yang terbaik dari diri kita tanpa pamrih, itu tantangannya, the.
 
Balik ke anak, sering saya dengar perkataan ‘anak adalah cerminan orang tuanya’. Oleh karenanya, yang bisa saya lakukan dari sekarang adalah belajar untuk memantaskan diri saya.
 
Ps1: jangan mengharapkan dan mengharuskan orang lain untuk berubah, kitanya yang harus berubah. Kita punya kendali penuh atas diri kita, kita lah juga yang menentukan mau berubah menjadi orang yang seperti apa. Atau tetap terus-terusan mengharapkan orang lain berubah untuk kita (yang ada bakalan makan ati :p).   
 
Ps2: pantaskan lah diri kita, dan Tuhan akan melayakkan hidupmu ^^

*bonus*

Ketika menulis ini, saya sempat membuka instagram dan menemukan cuplikan wawancara Song Ilkook, seorang ayah yang memiliki 3 anak kembar). Baru kali ini saya mendengar ucapan itu keluar dari mulut seorang pria~


Ps: semoga setiap laki-laki yang baca postingan ini dapat menangkap apa yang dikatakan Song Ilkook :)
Love,
Ay.

Thursday, September 1, 2016

September :)

 
Rasanya baru kemarin saya mentertawakan status teman di path ketika dia say goodbye di bulan Januari, sekarang malah sudah masuk September. Membuat saya kembali mengingat-ingat apa yang telah saya lakukan selama 8 bulan ini. Lo udah berbahagia sebanyak-banyaknya belom? Hampir. Saya sih maunya bahagia terus ya, tapi lagi-lagi hidup gak mungkin berjalan begitu mulus, akan ada kerikil-kerikil yang membuat kakimu tergores. Tidak apa-apa, anggaplah itu sebagai pengingat untuk kita selalu bersyukur dalam kondisi apa pun.
 
Sekitar 3 bulan yang lalu, saya sempat galau dan panik. Malu kalau saya harus ceritakan di sini. Tapi, lagi-lagi rencana Tuhan memang ajaib ya, Dia hilangkan segala galau dan kepanikan saya tepat pada waktuNya. Dan saya bersyukur, semoga kali ini memang benar jawaban dari Tuhan. :)
 
September adalah bulan kedua yang saya suka setelah Desember. Kalau di luar, September itu bulan yang menggantikan Summer ke Autumn. Iya, saya suka musim gugur, melihat daun-daun yang berubah merah kecoklatan. Bahkan saya punya keinginan untuk pergi ke suatu negara di bulan September, menikmati dedaunan yang gugur sambil merapatkan jaket dan menyeruput peppermint tea yang masih mengebul. Mudah-mudah keinginan saya ini tercapai, entah taun depan atau beberapa tahun lagi.^^
 
Dan di akhir September nanti, usia saya pun bertambah. Sempat sih mikir, 'ya ampun, tua banget deh gueee!', Tapi, mau bagaimana pun, mau saya merengek-rengek pun, tidak akan membuat hari berjalan lebih lambat. Ya, kan? :p
 
Oya, di bulan lalu saya sempat ikutan lomba menulis cerpen lagi, saya gak berharap menang sih tapi seandainya menang berarti saya mendapatkan kado yang manis. Karna pengumumannya jatuh mendekati akhir bulan September. Semoga aja ya, semoga. :D
 
Hm, saya juga tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan, asli deh taun ini saya benar-benar sibuk. Saya pun sedang ada project bersama adik dan mami saya dan kami sedang sibuk mempersiapkan berbagai hal untuk di bazaar yang akan diadakan tanggal 10 September nanti. Tinggal 9 hari lagi! Rasanya takut persiapannya kurang maksimal deh. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan orang-orang yang mampir di booth kami menyukai produk kami. :)
 
Terakhir, di bulan ini saya mau belajar lebih bersyukur dan tentunya lebih berbahagia biar bisa menularkan kebahagiaan ke orang-orang yang saya sayang. :')
 
Love,
Ay. 
 


Wednesday, October 28, 2015

Menikah~


Sekitar 2 bulan yang lalu saya diminta tolong untuk bantu urus pernikahannya anak direktur saya. 

Ibu: Thea, Ibu minta tolong, kamu keberatan gak kalau bantu pernikahan Gle? Ibu pusing ini urus tamunya.

Itulah perkataan yang atasan saya katakan. Di satu sisi saya senang banget, saya tau akan ribet tapi pasti menyenangkan. Apalagi menikahnya di pulau favorit saya, Bali. 

Di sisi lain saya sempat mikir, "emang WOnya gak urusin tamu-tamunya si ibu apa? Kok cuma urus tamu dari pihak yang cowok ya? Padahal kan sewa WO gede." tapi, pertanyaan itu terlupakan karna saya teramat disibukkan untuk persiapan pernikahan Dan and Gle. 

Kalau diceritakan repotnya, wah, entah gimana deskripsiinnya. Intinya ribet. Banget. Bikin sakit kepala. Hahahha.. seriously, badan saya sampe rontok. 3 hari di Bali, saya yang bangun paling pagi dan tidur di atas tengah malam.  Selama di sana banyak mondar-mandir, telpon sana-sini, make sure ini-itu, naik turun-tangga malem-malem buat anterin kue ke kamar tamu, mandu tamu-tamu untuk ikut berbagai prosesi. Jangan ditanya lagi deh. Haha.. jadi WO dadakan buat saya jadi tau pekerjaan mereka teramat melelahkan, harus gesit, detail dan teliti. Saya belajar itu.

Mengenai pernikahannya. So far, Ini adalah pernikahan yang paling berkesan buat saya. Tamu undangannya tidak banyak, kurang dari 200 orang, tetapi itu yang membuatnya sakral. Menikah hanya dengan dikelilingi keluarga dan kerabat terdekat. Manis sekali.^^

Lokasi menikahnya pun luar biasa indah, hm.. karna ditunjang dengan dekorasi yang cantik pula. Ah, saya jatuh cinta dengan tiap detail dekorasinya. Dan ketika wedding kiss, si suami memberikan kejutan dengan ditembakkannya ratusan kembang api. 

Saya benar-benar terpukau. Lokasi pernikahannya di tebing pantai, bagian bawahnya laut dan bagian langitnya dipenuhi kerlipan kembang api. Saya seperti berada di suasana pergantian tahun dan hanya bisa berkata, 'uwaaaa~' 

Dan jauh diluar kemewahan pesta pernikahan itu, tentunya saya mendapatkan hal baru, pelajaran yang baik. 

Si suami  ini tipikal yang super perfectionist, dia pun mencari pasangan yang sempurna. Tapi, pada akhirnya, dia sadar bahwa tidak ada pasangan yang sempurna. Dan dia menemukan Gle, perempuan yang bertolak belakangan dengan keinginannya. 

Rencana Tuhan memang ajaib ya, kita gak pernah tau apa yang terjadi nantinya, dengan siapa kita dipertemukan, dengan siapa kita menghabisi hari-hari mendatang. 

Saya pun mendapatkan wejangan dari si ibu dan suaminya, mereka bilang ke saya, cari pasangan yang serius, gak perlu yang berwajah tampan karna nantinya hanya menyusahkan. Hahaha.. iya, dibilang begitu lho. Saya sampe tertawa. Mereka juga bilang jangan cari yang suka party tapi cari yang bisa membawa saya menjadi lebih baik. Saya mengamininya. Jadi, saya kapan ketemu pasangan seperti itu? Hihihi.

Dah oh, ada 2 hal yang membuat saya terharu (dan dilema), kali ini datang dari adik-adiknya Gle dan keluarga terdekat. Saya cukup akrab dengan anak-anak si ibu, karna saya memang sering mengurusi kebutuhan mereka. Waktu malam pertama saya di Bali, sehabis dinner, salah satu adik Gle nyamperin saya.

Dia bilang gini : pokoknya Ci Thea gak boleh ninggalin mami.

Thea: lho, kenapa gak boleh?

Dia: pokoknya harus terus sama mami, kalo gak ada Ci Thea, nanti mami bisa stress. Pokoknya gak boleh pergi. Harus terus urus kita, sekarang kan beban udah berkurang, abis ini gak usah urus Ci Gle lagi. Biar Ko Dan yang sekarang urus Ci Gle. 

Saya hanya bisa tertawa saja tanpa menjanjikan dan menyanggupi permintaannya. Dan sejujurnya saya bingung sih kenapa tiba-tiba dia ngomong begitu, emang keliatan banget ya saya ada tanda-tanda mau resign? Hehe..

Ingat pertanyaan saya di awal, tentang kenapa WO gak urus tamu-tamunya ibu? Saya menemukan jawabannya dari beberapa orang, mereka menceritakan hal yang saya padahal saya gak menanyakan hal itu. Iya, ngapain nanyain kayak gitu ke tamu-tamu kan? :p

Mereka bilang, awalnya semua memang urusannya WO, tapi si ibu nolak. Dia gak mau tamu-tamunya yang mana semua itu keluarga dari kakak dan adiknya diurus sama orang lain. Dia maunya saya yang urus, soalnya hanya saya yang paling tau dan ngerti gimana maunya ibu. Dia bilang ke mereka, dia cuma butuh saya.

Saya benar-benar terharu mendengarnya. Saya gak nyangka ibu menaruh kepercayaan begitu besar pada saya. Merasa dibutuhkan, benar-benar menyentuh hati saya. 

Saya memang ada rencana untuk move tahun depan. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan saya untuk mencari tempat yang baru. Saya sayang dengan si ibu dan keluarganya, tapi, saya pun punya kehidupan yang harus saya urus dan tata kan? Ah saya dilema. :( 

Kenapa ending postingan ini jadi galau ya? Masih ada 2 bulan untuk saya memikirkan dan mengambil keputusan. :')

Terakhir, selamat untuk Dan and Gle. Kisah kalian kayak novel-novel. Hihi.. semoga hari-hari kedepannya berjalan dengan baik.^^

Love,
Ay

Wednesday, March 18, 2015

:)


"Hidup tidak semudah melipat perahu kertas, dude. Kamu butuh merakit perahu kayu yang kokoh dan tidak mudah hancur ketika diterpa badai. Bagaimana kalau ada bagian-bagian yang lapuk? Kamu perlu menggantinya dengan kayu baru dan kembali merakitnya." – Ay

Tahun ini saya begitu banyak mendapatkan hal baik. Saking banyaknya sampai saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Yang saya bisa hanya tersenyum selebar-lebarnya sambil bilang dengan semangat: Tuhan, makasih banget, lho!!! Saya tau Engkau selalu tepat waktu. *kemudian senyum lebar lagi*
Tidak semua hari yang saya lalui baik, kadang buruk pula dan mampu menghilangkan senyum lebar saya. Namun, kebaikan di awal tahun ini lebih banyak dibanding keburukannya. Karna hidup tidak melulu bahagia kan? Hal-hal buruklah yang membuat kita semakin kuat.
Salah satu hal yang tidak pernah saya sangka adalah beberapa hari yang lalu home made product buatan saya dan adik saya diliput oleh salah satu stasiun tv. Tiba-tiba disuatu siang, seorang wartawan chat saya di whatsapp. Singkatnya online shop dan product kami diliput dan disiarkan diacara berita siang. Happy? Pasti. Merasa bersyukur? Banget!
Kemudian di tahun ini pun saya mendapatkan liburan ke Eropa. Gratis! Benar-benar hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya sungguh berterima kasih untuk tiap orang yang membantu saya hingga saya layak untuk menerima liburan ini. *kembali tersenyum*.
Sampai kemudian ada seorang teman yang bilang begini: hidup lo kok enak banget sih! Oke banget sih gaya hidup lo..!
Biasanya ketika saya mendapat komentar seperti itu saya hanya tertawa dan menanggapinya dengan candaan. Tapi kala itu mood saya sedang tidak baik, mendekati PMS (yak, PMS emang selalu dijadikan kambing hitam ya. Ha ha) hal-hal kecil saja bisa membuat saya mendadak bete. Saya langsung bilang: orang-orang ngeliatnya enak, tapi gak tau aja dalemnya gue mati-matian buat hasilin uang.
Hanya sahabat saya, Ven yang tau sebenarnya saya, permasalahan, kecemasan, beban dan tanggung jawab yang saya tanggung seperti apa. Orang hanya melihat sisi luar saya yang hampir selalu ceria. Saya memang tidak ingin menunjukkan kesedihan saya di depan orang-orang. Dipikir-pikir dia gak salah juga bilang seperti itu, hanya saja waktunya yang gak tepat.
Tidak pernah ada hidup yang mudah dan enak, ada banyak hal yang harus dikorbankan untuk mencapai sesuatu. Salah satu yang banyak saya korbankan adalah waktu dan hati saya. Hampir 8 bulan terakhir ini saya benar-benar tidak punya banyak waktu untuk diri saya.
Setiap harinya saya bangun jam 5 pagi untuk siap-siap ngantor. Sampe rumah lagi sekitar jam 8 malam. Saya gak bisa langsung istirahat. Hanya sempat mandi kemudian lanjut mengurus online shop saya dan baru ketemu ranjang paling cepat jam 11 malam. Tidur dan kemudian jam 5 pagi bangun lagi untuk memulai aktifitas yang sama. Ah, saya jadi rindu berlama-lama memeluk bantal kesayangan dibalik gulungan selimut.
Ada kalanya badan saya sampai rontok, tidur yang hanya 5 jam tidaklah lagi cukup. Padahal semasa kuliah saya masih sanggup hanya tidur kurang dari 4 jam setiap harinya (demi untuk menyicil tugas-tugas kuliah). Saya mengorbankan waktu saya untuk kantor dan online shop. Sedangkan hati saya? Dia sudah lama tak saya sapa, tak saya gubriskan. Kalau mereka tau seperti apa hidup saya yang sebenarnya, mungkin banyak diantaranya yang menarik kata-kata “hidup lo enak banget sih.” Menjadi seperti saya? Belum tentu ada yang mau.
Kenapa saya memilih seperti itu? Kenapa saya mati-matian untuk menghasilkan uang? Percayalah saya melakukannya bukan karna saya gila materi. Tidak sama sekali. Ada banyak alasan yang tak bisa saya jelaskan di sini, terlalu pribadi dan bahkan tidak pernah saya ceritakan ke teman-teman baik saya.
Saya tau saya tidak bisa terus menerus seperti ini, saya harus membahagiakan diri saya. Saya pun sedang dalam pergumulan, sedang mempertimbangkan untuk melepaskan salah satunya. Bukan. Bukan karna saya menyerah. Tetapi saya ingin fokus dengan bisnis saya dan agar mempunyai lebih banyak waktu untuk keluarga dan hati saya.
Saya hanya mau bilang, hidup kita ini hanya sekali, bahagiakan orang-orang yang kamu sayang, kemudian bahagiakan dirimu. Kamu pantas untuk berbahagia dan menikmati hidupmu kan. Buat kamu dan kamu di luar sana yang berjuang atau sedang mengalami masa sulit, jangan pernah menyerah, jangan mau dikalahkan oleh ego dan kesenangan sesaat. Selalu percaya setiap hal baik akan kamu terima tepat pada waktu-Nya. Selalu bersyukur seberapapun masalah yang kamu alami. Selalu berterima kasih untuk setiap hal sederhana yang kamu dapatkan setiap harinya. Kamu masih dapat menghirup oksigen secara cuma-cuma bukan? : )


Salam sayang,
AY