Showing posts with label 2014. Show all posts
Showing posts with label 2014. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Pergi~


Ketika ada orang yang “pergi” dari kehidupan kita, baik itu sengaja maupun tidak sengaja, itu karena satu alasan: waktu mereka bersama kita telah selesai.
– Theoresia Rumthe
 
Selama 24 tahun hidup, banyak orang yang silih berganti datang di hidup saya. Beberapa hanya mampir sebentar kemudian pergi tanpa pamit, beberapa bertahan cukup lama kemudian pergi menyisakan kenangan dan beberapa lainnya mampu menetap di samping saya hingga saat ini.
Apakah saya membenci orang-orang yang pergi meninggalkan saya? Tidak sama sekali. Saya hanya kecewa dan bertanya-tanya di dalam hati; kenapa meninggalkan saya?. Ada beberapa bagian dari diri saya yang tidak dapat menerima kepergian orang-orang itu. Dan bagian lainnya yang mengatakan bahwa orang itu pergi karna saya bukan orang yang layak untuk dipertahankan. Entahlah..
Pada dasarkan, saya orang yang paling takut ditinggalkan, apalagi dilupakan. Saya tidak bisa sendirian, harus ada seseorang yang menemani. Saya begitu bergantung pada orang lain. Tapi itu dulu…
Dengan berlalunya waktu, saya belajar untuk tidak selalu bergantung pada orang lain, saya harus mampu melakukan berbagai hal sendirian. Banyak hal yang membuat saya berubah, orang yang pergi dari hidup saya contohnya.
Saya tidak begitu peduli dengan orang-orang yang pergi dalam hidup saya – hanya untuk orang-orang yang menempati bagian kecil di hati saya. Tapi saya begitu kalut ketika orang yang berarti dan saya perdulikan pergi begitu saja, tanpa kata dan menganggap hari-hari yang lalu tak ada artinya. Saya memang tidak punya hak untuk menahan kepergiannya, karna itu pilihannya. Pilihannya untuk pergi dari hidup saya.
Mungkin waktu mereka bersama saya sudah selesai, dan saya tak patut untuk terus mengharapkan kedatangan mereka kembali.  Ada hal-hal baik lainnya yang harus saya perjuangkan ketimbang harus duduk termenung, menanti orang-orang itu kembali di hidup saya. Saya berusaha untuk mengikhlaskannya.
Kamu, bukan waktunya untuk terus menengok ke belakang demi mencari-cari orang yang telah pergi. Yang harus kamu tau, masih banyak orang yang sampai saat ini setia disisimu, pedulilah pada mereka. - saya menggumamkannya dalam hati.
Untuk orang-orang yang pergi, saya akan berusaha menerimanya dan saya percaya sengaja maupun tidak sengaja, mereka yang pergi adalah mereka yang waktunya sudah selesai bersama saya…


Thursday, January 2, 2014

Rumah^^

 
Pernahkan kamu berpikir tentang rumah mungil yang didalamnya selalu penuh tawa? Iya, tawa kita di sana :)
Ketika pagi hari, aku akan membangunkanmu dengan kecupan lembut di kening. Dan ketika kamu terbangun, aku sudah menyiapkan sepotong roti panggang dengan selai nanas kesukaanmu serta segelas coklat panas.
Selagi kamu mandi, aku pun menyiapkan baju kerjamu dan kuletakkan di tepi ranjang. Kamu tak pernah protes dengan pilihan baju yang aku siapkan setiap paginya. Dengan senyum penuh semangat, kamu pun berangkat ke kantor.
“ Ay, aku berangkat. Nanti aku akan pulang cepat, jadi siapkan makanan kesukaanku ya, “ pinta kamu.
Kamu pun akan mengecup kelopak mataku dan aku akan membubuhkan tanda salib di keningmu.
Aku tersenyum. “ iya, kamu hati-hati ya.”
Kegiatan sederhana yang setiap pagi selalu kita lakukan, dan entah mengapa kita tak pernah bosan melakukannya. Dan obrolan-obrolan singkat sebelum kamu berangkat kerja adalah salah satu hal yang menyenangkan.
Ketika kamu tengah sibuk dengan tumpukan berkas di meja, aku pun tak kalah sibuk membersihkan rumah mungil kita. Rumah tempat di mana kamu akan selalu pulang.  
Setiap sore, aku setia menunggumu di depan rumah. Melihat kedatanganmu dari kejauhan. Hei, betapa aku merindukanmu seharian ini!  Kemudian kamu memelukku singkat dan kita sama-sama masuk ke dalam rumah.
Aku suka melihat kamu makan dengan lahap. Kadang kamu akan melirikku apabila masakanku terlalu asin, tetapi tetap saja kau habiskan. Kamu selalu menghargai apa pun yang aku masak.
setiap malam, di tempat tidur, kita akan saling bercerita kegiatan yang kita lakukan selama sehari ini. Aku akan bercerita tentang film yang aku tonton di tv, tentang anak-anak tetangga yang tadi siang mampir ke rumah, membuat suasana rumah menjadi ramai dan tentang gosip-gosip dari ibu-ibu tetangga.
Kemudian kamu pun akan bercerita tentang pekerjaanmu hari ini, tentang serangkaian meeting yang harus kamu lalui, tentang teman dekatmu di kantor yang sebentar lagi akan menikah, tentang makan siangmu yg terlalu pedas dan membuatmu harus berkali-kali ke toilet, dan tentang proyek yang berhasil kamu dapatkan. Sebuah berita yang menggembirakan.
Setelah kehabisan cerita, kita akan terlelap. Mengistirahatkan badan yang seharian telah digunakan.
Kita tidak seterusnya akur, adakalanya kita pun berselisih paham. Keributan-keributan kecil yang membuat moodku rusak dan kamu berangkat ke kantor dengan muka yang ditekuk. Namun, kita tak tahan apabila bertengkar dan saling diam-diaman terlalu lama. Salah satu dari kita pasti akan menelpon dan mengucap maaf. Kita pun akan kembali bercanda.
“ Ay, aku tidak pernah menyesal memilihmu sebagai teman hidupku. Terima kasih untuk sepotong roti panggang dan segelas coklat panas setiap paginya. Terima kasih kamu selalu ada di sisiku. Kamu, dengan segudang mimpi dan harapan. Kamu, pembawa tawa dalam hidupku. Kamu, alasan aku selalu ingin cepat pulang ke rumah. “