Showing posts with label pergi. Show all posts
Showing posts with label pergi. Show all posts

Monday, April 4, 2016

Pindah

Tulisan ini kelanjutan dari postingan 'Pergi'. Entah kenapa saya ingin melanjutkannya kembali. Belakangan ini saya mendengar banyak kabar tentang orang-orang yang memutuskan untuk pindah kantor. Beberapa diantara mereka cukup dekat dengan saya. Kita banyak berbagi cerita. Mulai dari urusan pekerjaan sampai urusan rumah tangga. Dari saling meledek sampai menggalau bareng.

Di bulan lalu, saya mendengar 4 orang teman saya yang memutuskan berpindah tempat. Oh, ditambah satu lagi teman dari pihak principal yang pindah. 5 orang. Bukanlah jumlah yang sedikit. Ketika nanti sudah tidak di dalam satu perusahaan lagi, meskipun ada ucapan: keep in touch ya! tetaplah tidak akan sama. 

Dan ketika saya mendengar kabar itu, hati saya seakan kosong. Ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang nantinya tidak sama lagi. Entah mengapa, saya jadi merasa takut ditinggalkan. Padahal saya sudah terbiasa ditinggalkan. Tetapi, setiap kali ada orang yang pergi, rasanya masih selalu sulit untuk dimaklumi, untuk diikhlaskan. 

Iya, saya tau, selalu ada 'indah' disetiap 'pindah', keputusan mereka adalah sepenuhnya hak mereka dan saya tidak punya hak untuk mencampurinya. Saya hanya mampu untuk mendoakan agar hidup mereka akan semakin baik dan menemukan kebahagiaan di tempat yang baru. 

Walau sulit, tetapi saya bilang sekali lagi pada diri saya bahwa mereka yang pergi adalah mereka yang waktunya sudah selesai bersama saya. Terima kasih sudah pernah hadir dan mengisi bagian dari hidup saya. :')

Ps: Jadi, kamu kapan pindah Ay?

Tuesday, March 11, 2014

Pergi~


Ketika ada orang yang “pergi” dari kehidupan kita, baik itu sengaja maupun tidak sengaja, itu karena satu alasan: waktu mereka bersama kita telah selesai.
– Theoresia Rumthe
 
Selama 24 tahun hidup, banyak orang yang silih berganti datang di hidup saya. Beberapa hanya mampir sebentar kemudian pergi tanpa pamit, beberapa bertahan cukup lama kemudian pergi menyisakan kenangan dan beberapa lainnya mampu menetap di samping saya hingga saat ini.
Apakah saya membenci orang-orang yang pergi meninggalkan saya? Tidak sama sekali. Saya hanya kecewa dan bertanya-tanya di dalam hati; kenapa meninggalkan saya?. Ada beberapa bagian dari diri saya yang tidak dapat menerima kepergian orang-orang itu. Dan bagian lainnya yang mengatakan bahwa orang itu pergi karna saya bukan orang yang layak untuk dipertahankan. Entahlah..
Pada dasarkan, saya orang yang paling takut ditinggalkan, apalagi dilupakan. Saya tidak bisa sendirian, harus ada seseorang yang menemani. Saya begitu bergantung pada orang lain. Tapi itu dulu…
Dengan berlalunya waktu, saya belajar untuk tidak selalu bergantung pada orang lain, saya harus mampu melakukan berbagai hal sendirian. Banyak hal yang membuat saya berubah, orang yang pergi dari hidup saya contohnya.
Saya tidak begitu peduli dengan orang-orang yang pergi dalam hidup saya – hanya untuk orang-orang yang menempati bagian kecil di hati saya. Tapi saya begitu kalut ketika orang yang berarti dan saya perdulikan pergi begitu saja, tanpa kata dan menganggap hari-hari yang lalu tak ada artinya. Saya memang tidak punya hak untuk menahan kepergiannya, karna itu pilihannya. Pilihannya untuk pergi dari hidup saya.
Mungkin waktu mereka bersama saya sudah selesai, dan saya tak patut untuk terus mengharapkan kedatangan mereka kembali.  Ada hal-hal baik lainnya yang harus saya perjuangkan ketimbang harus duduk termenung, menanti orang-orang itu kembali di hidup saya. Saya berusaha untuk mengikhlaskannya.
Kamu, bukan waktunya untuk terus menengok ke belakang demi mencari-cari orang yang telah pergi. Yang harus kamu tau, masih banyak orang yang sampai saat ini setia disisimu, pedulilah pada mereka. - saya menggumamkannya dalam hati.
Untuk orang-orang yang pergi, saya akan berusaha menerimanya dan saya percaya sengaja maupun tidak sengaja, mereka yang pergi adalah mereka yang waktunya sudah selesai bersama saya…