Showing posts with label autumn. Show all posts
Showing posts with label autumn. Show all posts

Monday, November 14, 2016

Menjadi Manusia yang Pantas

Suatu kali ada yang pernah bertanya kepada saya, apa saya yakin bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya kelak?

Pertanyaan itu benar-benar saya pikirkan dan membuat saya bercermin. Kembali saya mengulang pertanyaan itu dalam pikiran saya. Yakin kah? Bisa kah?

Banyak diantara teman-teman saya yang sudah menikah dan memiliki anak. Sebagian menyesal karna memutuskan menikah terlalu cepat dan tidak siap ketika harus menjadi seorang ibu, yang waktunya banyak terkuras untuk mengurus anak dan merasa tidak sebebas dan sesantai dulu. Ada yang sampai stress, ditambah dengan si suami yang tidak mau membantunya menggantikan popok atau memberikan susu ketika anak mereka terbangun dan menangis di malam hari.
 
Tetapi ada pula yang merasa jauh lebih bahagia ketika seorang anak hadir di dalam keluarga mereka. Si istri yang iklas memberikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk anak yang disayangnya. Juga si suami yang selalu semangat ketika waktunya pulang, karna tandanya dia akan segera bertemu dengan istri dan anak yang dia kasihi. Dia pun tidak tinggal diam ketika anak mereka terbangun di tengah malam, dia siap menggendong dan menidurkan kembali anaknya.
 
Dan bagaimana dengan saya?
 
Saya tidak bisa bilang kalau saya yakin dapat mengurus anak dengan baik, karna saya belum menikah, apalagi punya anak. Saya belum tau rasanya bagaimana menjadi seorang ibu. Tetapi, ketika nantinya menikah dan Tuhan mengijinkan untuk saya menjadi seorang ibu, saya akan berusaha menjadi ibu yang pantas untuk mereka, mengajarkan kebaikan-kebaikan dan tentunya menjadikan mereka anak-anak yang takut akan Tuhan. Syukur-syukur ketika mereka menginjak dewasa, mereka aktif dalam pelayanan di gereja. ^^
 
Saya tau tidaklah mudah pun juga sesederhana itu. Ada harga yang mahal dan kelapangan dada yang besar. Seorang teman pernah bilang ke saya: kalau udah nikah, kita sebagai istri bertugas memberikan yang terbaik dari diri kita tanpa pamrih, itu tantangannya, the.
 
Balik ke anak, sering saya dengar perkataan ‘anak adalah cerminan orang tuanya’. Oleh karenanya, yang bisa saya lakukan dari sekarang adalah belajar untuk memantaskan diri saya.
 
Ps1: jangan mengharapkan dan mengharuskan orang lain untuk berubah, kitanya yang harus berubah. Kita punya kendali penuh atas diri kita, kita lah juga yang menentukan mau berubah menjadi orang yang seperti apa. Atau tetap terus-terusan mengharapkan orang lain berubah untuk kita (yang ada bakalan makan ati :p).   
 
Ps2: pantaskan lah diri kita, dan Tuhan akan melayakkan hidupmu ^^

*bonus*

Ketika menulis ini, saya sempat membuka instagram dan menemukan cuplikan wawancara Song Ilkook, seorang ayah yang memiliki 3 anak kembar). Baru kali ini saya mendengar ucapan itu keluar dari mulut seorang pria~


Ps: semoga setiap laki-laki yang baca postingan ini dapat menangkap apa yang dikatakan Song Ilkook :)
Love,
Ay.

Thursday, September 1, 2016

September :)

 
Rasanya baru kemarin saya mentertawakan status teman di path ketika dia say goodbye di bulan Januari, sekarang malah sudah masuk September. Membuat saya kembali mengingat-ingat apa yang telah saya lakukan selama 8 bulan ini. Lo udah berbahagia sebanyak-banyaknya belom? Hampir. Saya sih maunya bahagia terus ya, tapi lagi-lagi hidup gak mungkin berjalan begitu mulus, akan ada kerikil-kerikil yang membuat kakimu tergores. Tidak apa-apa, anggaplah itu sebagai pengingat untuk kita selalu bersyukur dalam kondisi apa pun.
 
Sekitar 3 bulan yang lalu, saya sempat galau dan panik. Malu kalau saya harus ceritakan di sini. Tapi, lagi-lagi rencana Tuhan memang ajaib ya, Dia hilangkan segala galau dan kepanikan saya tepat pada waktuNya. Dan saya bersyukur, semoga kali ini memang benar jawaban dari Tuhan. :)
 
September adalah bulan kedua yang saya suka setelah Desember. Kalau di luar, September itu bulan yang menggantikan Summer ke Autumn. Iya, saya suka musim gugur, melihat daun-daun yang berubah merah kecoklatan. Bahkan saya punya keinginan untuk pergi ke suatu negara di bulan September, menikmati dedaunan yang gugur sambil merapatkan jaket dan menyeruput peppermint tea yang masih mengebul. Mudah-mudah keinginan saya ini tercapai, entah taun depan atau beberapa tahun lagi.^^
 
Dan di akhir September nanti, usia saya pun bertambah. Sempat sih mikir, 'ya ampun, tua banget deh gueee!', Tapi, mau bagaimana pun, mau saya merengek-rengek pun, tidak akan membuat hari berjalan lebih lambat. Ya, kan? :p
 
Oya, di bulan lalu saya sempat ikutan lomba menulis cerpen lagi, saya gak berharap menang sih tapi seandainya menang berarti saya mendapatkan kado yang manis. Karna pengumumannya jatuh mendekati akhir bulan September. Semoga aja ya, semoga. :D
 
Hm, saya juga tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan, asli deh taun ini saya benar-benar sibuk. Saya pun sedang ada project bersama adik dan mami saya dan kami sedang sibuk mempersiapkan berbagai hal untuk di bazaar yang akan diadakan tanggal 10 September nanti. Tinggal 9 hari lagi! Rasanya takut persiapannya kurang maksimal deh. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan orang-orang yang mampir di booth kami menyukai produk kami. :)
 
Terakhir, di bulan ini saya mau belajar lebih bersyukur dan tentunya lebih berbahagia biar bisa menularkan kebahagiaan ke orang-orang yang saya sayang. :')
 
Love,
Ay.