Wednesday, July 31, 2013

Jejak yang Menghilang

 
 
Kamu tahu, nanti, ketika kamu sadar bahwa saya telah menghilang, kamu tidak akan pernah dapat menemukan saya lagi. Sampai jejak-jejaknya sekalipun.

“ Ay, temani saya ke sini. “ Ucapan yang selalu keluar dari mulutmu. Selalu dalam bentuk pernyataan dan saya tidak boleh menolak permintaanmu.

Kamu adalah orang paling egois yang pernah saya kenal. Dan bodohnya saya selalu luluh dengan semua permintaanmu, selalu menuruti semua yang kamu inginkan.

Ada saat-saat menyenangkan yang kita lalui. Ada saat-saat saya marah dengan kamu pun juga sebaliknya. Ada saat-saat kamu menjadi sangat menyebalkan, tentunya dengan egomu yang tinggi. Namun, ada saat-saat kamu begitu manis sampai saya menjadi salah tingkah.

Jika kamu bisa menurunkan sedikit ego dan gengsimu, tentunya kita bisa tetap seperti ini. Tetap bertemu dan melakukan banyak hal yang menyenangkan.

Selama kita saling mengenal, ada saat-saat tidak menyenangkan yang kamu lakukan kepada saya. Dan ketika di suatu titik, perbuatanmu sudah tak termaafkan. Saya tidak dapat mentolerirnya lagi.

Kamu cari saja orang lain yang mampu mengikuti semua keinginanmu karna saya sudah tidak bisa lagi. Saya ingin melupakan kamu dan menghapus kamu dalam kehidupan saya di hari-hari selanjutnya.

Mungkin saat ini kamu merasa saya masih ada di sampingmu. Kamu salah, karna saya telah memutuskan untuk pergi meninggalkan kamu. Dan ketika kamu sadar bahwa saya telah menghilang, kamu tidak akan dapat menemukan saya lagi. Sampai jejak-jejaknya sekalipun.

8 comments:

  1. yg di maksud sama yah dengan cowok yg di postingan kemaren? campakin aja ke laut cowok begitu mah teee......

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaa.. laki-laki yang berbeda cha :D

      Delete
  2. Hmm, gak tau kenapa fiksi2nya kayak kisah nyata, kisah si pembuat blog semua jangan2 nih, hayo ngaku aja deh.. :D
    Cowok yang suka nyuruh2, emang tuh sialan cwok yang gitu, untung gw gak suka sama cwok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fiksi yg mendekati kisah nyata bukannya oke ya? Biar gampang menjiwai.. hahaha *ngeles ala lo,the*

      Ihh sayangnya gue masih demen laki gimana atuhh~~

      Delete
  3. waduh dramastis bangettttttttttttttt

    ReplyDelete